|
Nama Peneliti
|
Sari
Astutin
|
|
Judul
Penelitian
|
Peran
Teknologi Komputer Terhadap Profesi Akuntan Dalam Sistem Informasi Akuntansi
Di Era Globalisasi
|
|
Tahun
|
2008
|
|
Tujuan
|
Seorang akuntan harus dapat menyikapi era globalisasi dan
perdagangan bebas khususnya dalam bidang jasa tidak hanya dengan
menganggapnya sebagai suatu ancaman, tetapi juga harus dapat menjadikannya
sebagai tantangan dan peluang agar akuntan dapat maju dan terus berusaha
untuk menghadapinya sehingga pada akhirnya tantangan tersebut menjadi
kesempatan emas yang harus diambil.
|
|
Variabel
yang Digunakan
|
Peran
Teknologi Komputer, Profesi Akuntan dalam Sistem Informasi Akuntansi dan Era
Globalisasi
|
|
Model/Metode
Penelitian
|
Metode
yang digunakan penulis untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian
ini adalah sebagai berikut, studi puskata seperti dokumentasi dan membaca
serta mempelajari literatur-literatur dan buku-buku.
|
|
Hasil
|
Akuntan
dapat berkonsentrasi pada pengembangan dan pengendalian sistem yang sedang
berjalan. Dan hampir sebagian besar akuntan di era globalisasi ini mempunyai
akses pada komputer dan menjadi pengguna utama komputer. Hal ini terjadi
karena akuntan selain menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak
yang berkepentingan juga sekaligus sebagai pemakai informasi.
Dalam SIA berbasis komputer, ada 3 pendekatan yang dilakukan
oleh akuntan dalam melakukan auditing (Jack C. Robertson and Fredrick G.
Davis, 1985) ;
1.
Auditing Around The Computer. Pemeriksaan dilakukan hanya disekitar
komputer. Pendekatan ini memperlakukan komputer dalam perusahaan sebagai black
box. Asumsi yang digunakan adalah apabila sampel keluaran dari suatu
sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya
tentunya dapat diandalkan.
2.
Auditing With The Computer. Komputer telah dimanfaatkan sebagai alat
bantu dalam pemeriksaan, seperti melakukan penulisan, perhitungan,
pembandingan dan sebagainya. Fasilitas program audit yang berlaku umum untuk
berbagai klien (Generalized Audit Softwarwe) juga digunakan dalam
pendekatan ini.
3.
Auditing Trough The Computer. Akuntan memasukkan data kedalam komputer
untuk diproses hasilnya, kemudian dianalisis untuk memeriksa keandalan dan
kecermatan program komputer tersebut. Disini komputer tidak lagi diperlakukan
sebagai black box. Dari ketiga pendekatan diatas, akuntan dalam
melakukan pemeriksaan akan lebih baik jika menggunakan auditing trough the
computer, karena dengan pendekatan ini akuntan tidak percaya sepenuhnya
terhadap sistem komputer perusahaan, tetapi juga melakukan pengujian mengenai
kehandalamn SIA dalam perusahaan. Sehingga akuntan dalam melaksanakan
tugasnya sebagai akuntan publik memenuhi tanggung jawab terhadap Kode Etik
Akuntan.
Dengan
perkembangan teknologi dan perekonomian yang terus menerus juga berdampak
pada perkembangan komputer dalam menghasilkan informasi akuntansi yang cepat,
tepat dan akurat, serta bentuk komputer yang semakin kecil dan berorientasi
pada pemakai mengakibatkan kecenderungan dilakukannya komputerisasi terhadap
pekerjaan akuntansi. Adanya kecenderungan ini tentunya banyak berpengaruh
terhadap profesi akuntan, karena akuntan harus berhubungan langsung dengan
komputer dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Oleh karena itu, sangatlah
penting bagi akuntan untuk dapat memahami dan menguasai pengetahuan tentang
komputer guna menunjang pekerjaannya dalam memeriksa laporan keuangan yang
suatu organisasi yang menggunakan SIA terkomputerisasi. Teknik audit
berbantuan komputer dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi prosedur
audit khususnya dalam pemerolehan dan pengevaluasian bukti audit, seperti :
a. Beberapa transaksi dapat
diuji lebih efektif dengan menggunakan komputer jika dibandingkan dengan manual pada tingkat
biaya yang sama.
b.
Dalam penerapan prosedur analitik, transaksi atau saldo akun dapat direview
dan dicetak laporannya atas pos-pos yang tidak biasa, dengan cara yang lebih
efisien dengan menggunakan komputer bila dibandingkan dengan cara manual.
Karena
globalisasi identik dengan teknologi komputer , maka secara khusus mempunyai
pengaruh terhadap profesi akuntan dalam melaksanakan tugasnya.
|
|
Kesimpulan
|
Seorang akuntan harus dapat menyikapi era globalisasi dan
perdagangan bebas khususnya dalam bidang jasa tidak hanya dengan
menganggapnya sebagai suatu ancaman, tetapi juga harus dapat menjadikannya
sebagai tantangan dan peluang agar akuntan dapat maju dan terus berusaha
untuk menghadapinya sehingga pada akhirnya tantangan tersebut menjadi
kesempatan emas yang harus diambil. Agar tujuan tersebut dapat tercapai
diperlukan peranan institusi akuntansi yang berfungsi sebagai pencetak
akuntan-akuntan yang diharapkan handal dan berkualitas sehingga mampu
menembus era perdagangan bebas.
|
Tanggapan :
Menurut saya apa yang telah ditulis di Jurnal ini sudah benar bahwa menjadi seorang akuntan memang tidak mudah apalagi terkait dengan era globalisasi yang mengharuskan akuntan mempelajari teknologi komputer juga, tetapi dengan mempelajarinya dapat dengan mudah melakukan pengaktifitasan terkait akuntansi menjadi lebih efektif dan efisien. Mungkin semakin kedepannya bisa saja akuntan mempelajari terkait dengan software dan hardware diluar bidangnya. Itu juga berguna apabila terjadi kesalahan atau error yang dapat membuat akuntan membenahi hardware atau software tersebut tanpa memanggil teknisi lagi. Itu akan menjadi nilai tambah bagi seorang akuntan dimata perusahaan atau orang yang mempekerjakannya atau membutuhkan jasanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar