Jumat, 21 Oktober 2016

Review Jurnal Etika Profesi


Nama Peneliti
Sari Astutin
Judul Penelitian
Peran Teknologi Komputer Terhadap Profesi Akuntan Dalam Sistem Informasi Akuntansi Di Era Globalisasi
Tahun
2008
Tujuan
Seorang akuntan harus dapat menyikapi era globalisasi dan perdagangan bebas khususnya dalam bidang jasa tidak hanya dengan menganggapnya sebagai suatu ancaman, tetapi juga harus dapat menjadikannya sebagai tantangan dan peluang agar akuntan dapat maju dan terus berusaha untuk menghadapinya sehingga pada akhirnya tantangan tersebut menjadi kesempatan emas yang harus diambil.
Variabel yang Digunakan
Peran Teknologi Komputer, Profesi Akuntan dalam Sistem Informasi Akuntansi dan Era Globalisasi
Model/Metode Penelitian
Metode yang digunakan penulis untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, studi puskata seperti dokumentasi dan membaca serta mempelajari literatur-literatur dan buku-buku.
Hasil
Akuntan dapat berkonsentrasi pada pengembangan dan pengendalian sistem yang sedang berjalan. Dan hampir sebagian besar akuntan di era globalisasi ini mempunyai akses pada komputer dan menjadi pengguna utama komputer. Hal ini terjadi karena akuntan selain menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan juga sekaligus sebagai pemakai informasi.
Dalam SIA berbasis komputer, ada 3 pendekatan yang dilakukan oleh akuntan dalam melakukan auditing (Jack C. Robertson and Fredrick G. Davis, 1985) ;
1. Auditing Around The Computer. Pemeriksaan dilakukan hanya disekitar komputer. Pendekatan ini memperlakukan komputer dalam perusahaan sebagai black box. Asumsi yang digunakan adalah apabila sampel keluaran dari suatu sistem ternyata benar berdasarkan masukan sistem tadi, maka pemrosesannya tentunya dapat diandalkan.
2. Auditing With The Computer. Komputer telah dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam pemeriksaan, seperti melakukan penulisan, perhitungan, pembandingan dan sebagainya. Fasilitas program audit yang berlaku umum untuk berbagai klien (Generalized Audit Softwarwe) juga digunakan dalam pendekatan ini.
3. Auditing Trough The Computer. Akuntan memasukkan data kedalam komputer untuk diproses hasilnya, kemudian dianalisis untuk memeriksa keandalan dan kecermatan program komputer tersebut. Disini komputer tidak lagi diperlakukan sebagai black box. Dari ketiga pendekatan diatas, akuntan dalam melakukan pemeriksaan akan lebih baik jika menggunakan auditing trough the computer, karena dengan pendekatan ini akuntan tidak percaya sepenuhnya terhadap sistem komputer perusahaan, tetapi juga melakukan pengujian mengenai kehandalamn SIA dalam perusahaan. Sehingga akuntan dalam melaksanakan tugasnya sebagai akuntan publik memenuhi tanggung jawab terhadap Kode Etik Akuntan.
Dengan perkembangan teknologi dan perekonomian yang terus menerus juga berdampak pada perkembangan komputer dalam menghasilkan informasi akuntansi yang cepat, tepat dan akurat, serta bentuk komputer yang semakin kecil dan berorientasi pada pemakai mengakibatkan kecenderungan dilakukannya komputerisasi terhadap pekerjaan akuntansi. Adanya kecenderungan ini tentunya banyak berpengaruh terhadap profesi akuntan, karena akuntan harus berhubungan langsung dengan komputer dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Oleh karena itu, sangatlah penting bagi akuntan untuk dapat memahami dan menguasai pengetahuan tentang komputer guna menunjang pekerjaannya dalam memeriksa laporan keuangan yang suatu organisasi yang menggunakan SIA terkomputerisasi. Teknik audit berbantuan komputer dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi prosedur audit khususnya dalam pemerolehan dan pengevaluasian bukti audit, seperti :
a. Beberapa transaksi dapat diuji lebih efektif dengan menggunakan komputer  jika dibandingkan dengan manual pada tingkat biaya yang sama.
b. Dalam penerapan prosedur analitik, transaksi atau saldo akun dapat direview dan dicetak laporannya atas pos-pos yang tidak biasa, dengan cara yang lebih efisien dengan menggunakan komputer bila dibandingkan dengan cara manual.
Karena globalisasi identik dengan teknologi komputer , maka secara khusus mempunyai pengaruh terhadap profesi akuntan dalam melaksanakan tugasnya.
Kesimpulan
Seorang akuntan harus dapat menyikapi era globalisasi dan perdagangan bebas khususnya dalam bidang jasa tidak hanya dengan menganggapnya sebagai suatu ancaman, tetapi juga harus dapat menjadikannya sebagai tantangan dan peluang agar akuntan dapat maju dan terus berusaha untuk menghadapinya sehingga pada akhirnya tantangan tersebut menjadi kesempatan emas yang harus diambil. Agar tujuan tersebut dapat tercapai diperlukan peranan institusi akuntansi yang berfungsi sebagai pencetak akuntan-akuntan yang diharapkan handal dan berkualitas sehingga mampu menembus era perdagangan bebas.


Tanggapan :
Menurut saya apa yang telah ditulis di Jurnal ini sudah benar bahwa menjadi seorang akuntan memang tidak mudah apalagi terkait dengan era globalisasi yang mengharuskan akuntan mempelajari teknologi komputer juga, tetapi dengan mempelajarinya dapat dengan mudah melakukan pengaktifitasan terkait akuntansi menjadi lebih efektif dan efisien. Mungkin semakin kedepannya bisa saja akuntan mempelajari terkait dengan software dan hardware diluar bidangnya. Itu juga berguna apabila terjadi kesalahan atau error yang dapat membuat akuntan membenahi hardware atau software tersebut tanpa memanggil teknisi lagi. Itu akan menjadi nilai tambah bagi seorang akuntan dimata perusahaan atau orang yang mempekerjakannya atau membutuhkan jasanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar