Pengertian
karangan dalam kamus yaitu hasil men garang, tulisan, cerita pendek, buah pena
(depdikbud 1995 : 445). Karangan menurut para pakar bahasa yang lain, terlebih
dahulu penulis akan mengemukakan pengertian mengarang “Merangkai, menyusun
secara cermat buah pikiran kedalam bentuk tulisan beruntun dan teratur tentang
suatu masalah. Istilah lain yang sering digunakan adalah menulis” (Syamsudin
1994 : 2). Dan juga karangan adalah bentuk tulisan yang mengungkapkan gagasan,
pikiran dan perasaan pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh.
Lima jenis karangan yang sering dijumpai dan
dibahas umumnya adalah :
Karangan Narasi
Karangan narasi adalah karangan yang mengisahkan, menceritakan, suatu peristiwa
atau masalah yang disusun secara kronologis (sistematika kewaktuan) dengan
tujuan memperluas wawasan seseorang. Contoh cerpen, novel, roman, kisah
perjalanan, biografi dan otobiografi.
Ciri-Cirinya adalah :
- Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
- Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan
peristiwa awal sampai akhir
- Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
- Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci
Contoh :
Ir. Soekarno
Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang
nasionalis. Ia memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di
penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah.
Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang
dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama
Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke
Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan
kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949. Jiwa kepemimpinan dan
perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara
lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia
Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan
untuk berbakti dan berjuang
Karangan
Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang menjelaskan, menerangkan,
memberitahukan suatu masalah atau objek agar orang lain mengetahuinya. Dari
karangan ini diharapkan orang yang tidak mengetahui menjadi tahu dan yang tidak
jelas menjadi jelas setelah membaca karangan ini.
Ciri-Cirinya adalah :
- Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
- Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (data faktual).
- Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
- Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
- Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau tentang proses kerja sesuatu.
Contoh:
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu
akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa
pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem
informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan. Dalam
bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara
objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan
tersebut.
Karangan
Argumentasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang mengutarakan alasan untuk membuktikan
sesuatu, dengan maksud meyakinkan pembaca tentang sesuatu yang menjadi topik
dalam karangan itu.
Ciri-Cirinya adalah :
- Berusaha meyakinkan
pembaca akan kebenaran
gagasan pengarang sehingga kebenaran itu
diakui oleh pembaca.
- Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar.
- Dalam argumentasi
pengarang berusaha mengubah
sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
- Dalam membuktikan
sesuatu, pengarang menghindarkan
keterlibatan emosi dan menjauhkan
subjektivitas.
- Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.
Contoh:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan
karena dengan jiwa kepahlawanan. Pembangunan di negara kita dapat berjalan
dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat
kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal,
tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk
mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Karangan
Deskripsi
Karangan deskripsi adalah karangan yang memaparkan, menggambarkan secara rinci
dengan menyertakan bukti-bukti sehingga pembaca seolah-seolah terlibat
didalamnya secara langsung.
Ciri-Cirinya adalah :
- Melukiskan atau menggambarkan suatu
objek tertentu.
- Bertujuan
untuk menciptakan kesan atau pengalaman pada
diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat, merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu objek yang dideskripsikan.
- Sifat
penulisannya objektif karena selalu mengambil objek tertentu, yang dapat berupa tempat, manusia, dan hal yang dipersonifikasikan.
- Penulisannya
dapat menggunakan cara atau metode realistis
(objektif), impresionistis (subjektif), atau sikap penulis.
Contoh deskripsi berupa fiksi:
Salju tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna
jingga; bayang matahari senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup
menggigilkan, mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan
bulu-bulu burung berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari
satu ranting ke ranting yang lain.
Karangan
Persuasi
Karangan persuasi adalah adalah karangan yang mempengaruhi, mengajak,
menganjurkan sesuatu kepada orang lain uyntuk berbuat atau bertindak sesuai
dengan yang diharapkan pengarang.
Ciri-Cirinya adalah :
a. Terdapat
himbauan atau ajakana)
b. Berusaha
mempengaruhi pembaca
Contohnya :
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan
ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita
perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain
itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
1. Karangan ilmiah
Karangan ilmiah adalah biasa disebut karya ilmiah, yakni
laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau
pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi
kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan
penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada
dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan,
dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan
bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Ciri-Ciri Karangan Ilmiah:
a. Menyajikan fakta objektif secara sistematis
b. Pernyataan cermat, tepat, tulus, dan benar, serta tidak
memuat terkaan
c. Penulisnya tidak mengejar kuntungan pribadi
d. Penyusunannya dilaksanakan secara sistematis, konseptual
dan procedural.
e. Tidak memuat pandangan-pandangan tanpa dukungan fakta
f. Tidak emotif menonjolkan perasaan
g. Tidak bersifat argumentatif, tetapi kesimpulannya
terbentuk atas dasar fakta.
Macam-Macam Karangan Ilmiah:
1. Makalah, adalah karya tulis ilmiah yang
menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang
bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses
berfikir deduktif atau induktif. Makalah disusun biasanya untuk memenuhi
tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan
tentang suatu masalah secara ilmiah. Makalah menggunakan bahasa yang lugas dan
tegas. Jika dilihat dari bentuknya, makalah adalah bentuk karangan ilmiah yang
paling sederhana.
2. Kertas kerja, seperti haknya makalah, kertas
kerja juga merupakan karangan ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data
di lapangan yang bersifat empiris dan objektif. Analisis dalam kertas kerja
lebih mendalam di bandingkan analisis dalam makalah. Kertas kerja ditulis untuk
disajikan dalam suatu seminar atau lokakarya. Jadi, tujuan utanmanya adalah
untuk dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah.
3. Skripsi, adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan
pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus
didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian
langsung (observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi
kepustakaan). Biasanya skripsi ditulis untuk melengkapi persyaratan memperoleh
gelar sarjana.
4. Tesis, adalah karya ilmiah yang sifatnya lebih
mendalam daripada skripsi. Tesis akan mengungkapkan pengetahuan bari yang
diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini akan memperbincangkan
pengujian terhadap satu hipotesis atau lebih. Dengan kata lain, tesis adalah
karya tulis yang membahas suatu pernyataan atau teori yang didukung oleh
sejumlah argument yang dapat dipertanggungjawabkan. Tesis biasanya ditulis
untuk melengkapi ujian sarjana strata dua (magister).
5. Disertasi, adalah karya tulis ilmiah yang
mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data
dan fakta yang sahih dengan analisis yang terinci. Dalil yang dikemukakan
biasanya dipertahankan oleh penulisnya dari sanggahan-sanggahan senat guru
besar atau penguji suatu pendidikan tinggi. Disertasi ini berisi suatu temuan
penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Intinya disertasi adalah karya
ilmiah yang mengemukakan satu atau beberapa dalil disertai pembuktian
berdasarkan data dan fakta yang diamatinya. Disertasi merupakan karya ilmiah
untuk memperoleh gelar doktor.
2. Karangan Non Ilmiah
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta
pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat
subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang
popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal).
Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah, yaitu:
a. Ditulis berdasarkan
fakta pribadi,
b. Fakta yang disimpulkan
subyektif,
c. Gaya bahasa konotatif
dan populer,
d. Tidak memuat hipotesis,
e. Penyajian dibarengi
dengan sejarah,
f. Bersifat imajinatif,
g. Situasi didramatisir,
h. Bersifat persuasif.
i. Tanpa dukungan bukti
3. Karangan Semi Ilmiah (Populer)
Karya tulis semi ilmiah merupakan sebuah penulisan yang
menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan yang ditulis dengan bahasa
konkret dan formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang
dapat dibuktikan kebenarannya. Karya tulis ini juga merupakan sebuah penulisan
yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannya tidak
semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang
sintesis-analitis karena sering dimasukkan dalam kary tulis ini. Karya tulis
semi ilmiah biasanya digunakan dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel,
roman dan cerpen
Sumber :
http://alfa-wardianto.blogspot.co.id/2012/10/karangan-ilmiah-pengertian-ciri-ciri.html