|
12.
|
|
|
Nama Jurnal
|
Akuntansi Keuangan dan Perpajakan
|
|
Volume / Halaman
|
/ 23
halaman
|
|
Nama Penulis
|
Deddy Arief Setiawan
|
|
Judul Jurnal
|
PENENTUAN HARGA TRANSFER ATAS TRANSAKSI
INTERNASIONAL DARI PERSPEKTIF PERPAJAKAN INDONESIA
|
|
Tanggal Jurnal
|
Tahun 2013
|
|
Tujuan Penelitian
|
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Agar kita mengetahui bagaimana sistem
perpajakan internasional.
2. Agar kita dapat mengetahui metode-metode dalam
penentuan harga transfer.
|
|
Metode Penelitian
|
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
a. Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang
tidak mempunyai Hubungan Istimewa
(Comparable Uncontrolled Price/CUP);
b. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price
Method/RPM);
c. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
d. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM);
atau
e. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional
Net Margin Method/TNMM).
|
|
Variabel Penelitian
|
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
:
Sejumlah variabel separti pajak, tarif kompetisi
laju infalsi, nilai mata uang, pembatasan atas transfer dana, resiko politik
dan kepentingan sekutu usaha patungan sangat memperumit keputusan penentuan
harga transfer.
|
|
Hasil Penelitian
|
1. Metode Perbandingan Harga antara pihak yang
tidak mempunyai Hubungan Istimewa :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode
Perbandingan Harga antara pihak yang tidak
mempunyai Hubungan Istimewa (Comparable
Uncontrolled Price/CUP) antara lain adalah:
a. barang atau jasa yang ditransaksikan memiliki
karakteristik yang identik dalam kondisi
yang sebanding; atau
b. kondisi transaksi yang dilakukan antara
pihak-pihak yang mempunyai Hubungan
Istimewa dengan pihak-pihak yang tidak memiliki
Hubungan Istimewa Identik atau
memiliki tingkat kesebandingan yang tinggi atau
dapat dilakukan penyesuaian yang
akurat untuk menghilangkan pengaruh dari perbedaan
kondisi yang timbul.
2. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price
Method / RPM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Harga
Penjualan Kembali (Resale Price Method/
RPM) antara lain adalah:
a. tingkat kesebandingan yang tinggi antara
transaksi antara Wajib Pajak yang mempunyai
Hubungan Istimewa dengan transaksi antara Wajib
Pajak yang tidak mempunyai
Hubungan Istimewa, khususnya tingkat kesebandingan
berdasarkan hasil analisis fungsi,
meskipun barang atau jasa yang diperjualbelikan
berbeda; dan
b. pihak penjual kembali (reseller) tidak
memberikan nilai tambah yang signifikan atas
barang atau jasa yang diperjualbelikan.
3. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode
Biaya-Plus (Cost Plus Method) antara lain adalah:
a. barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak
yang mempunyai Hubungan Istimewa;
b. terdapat kontrak/perjanjian penggunaan
fasilitas bersama (joint facility agreement) atau
kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy
and supply agreement) antara pihakpihak
yang mempunyai Hubungan Istimewa; atau
c. bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.
4. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM);
atau
Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM)
secara khusus hanya dapat diterapkan dalam
kondisi sebagai berikut:
a. transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai
Hubungan Istimewa sangat terkait satu
sama lain sehingga tidak dimungkinkan untuk
dilakukan kajian secara terpisah; atau
b. terdapat barang tidak berwujud yang unik antara
pihak-pihak yang bertransaksi yang
menyebabkan kesulitan dalam menemukan data
pembanding yang tepat.
5. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional
Net Margin Method/TNMM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Laba
Bersih Transaksional (Transactional Net
Margin Method/TNMM) antara lain adalah:
a. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan
Istimewa melakukan kontribusi yang khusus;
atau
b. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan
Istimewa melakukan transaksi yang kompleks
dan memiliki transaksi yang berhubungan satu sama
lain.
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Dalam menerapkan metode Penentuan Harga Transfer
(transfer pricing) yang paling
sesuai wajib diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
kelebihan dan kekurangan setiap metode; kesesuaian metode Penentuan Harga
Transfer dengan sifat dasar transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan
Istimewa, yang ditentukan berdasarkan analisis fungsional; ketersediaan
informasi yang handal (sehubungan dengan transaksi antar pihak yang tidak
mempunyai Hubungan Istimewa) untuk menerapkan metode yang dipilih dan/atau
metode lain; tingkat kesebandingan antara transaksi antar pihak yang
mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai
Hubungan Istimewa, termasuk kehandalan penyesuaian yang dilakukan untuk
menghilangkan pengaruh yang material dari perbedaan yang
ada.
Wajib Pajak wajib mendokumentasikan
langkah-langkah, kajian, dan hasil kajian dalam melakukan Analisis
Kesebandingan dan penentuan pembanding, penggunaan Data Pembanding Internal
dan/atau Data Pembanding Eksternal serta menyimpan buku, dasar catatan, atau
dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Wajib Pajak wajib juga
mendokumentasikan kajian yang dilakukan dan menyimpan buku, dasar catatan,
atau dokumen sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
|
|
Pendapat Mengenai Jurnal
|
Jurnal ini membuktikan analisis nya dengan
berbagai metode yang digunakan untuk memperkuat hasil penelitian.
Dan jurnal ini memberikan informasi mengenai
perpajakan yang sebagaimana mestinya kita sebagai warga negara yang baik taat
membayar pajak.
|
My Work
Blog ini berisikan hanya tugas-tugas mengenai pendidikan saya
Rabu, 29 Maret 2017
Akuntansi Inernasional (Jurnal 12)
Akuntansi Internasional (Jurnal 11)
|
11.
|
|
|
Nama Jurnal
|
Jurnal Manajemen Resiko Keuangan
|
|
Volume / Halaman
|
SNA VIII Solo
|
|
Nama Penulis
|
WIWIK UTAMI
|
|
Judul Jurnal
|
PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP BIAYA MODAL
EKUITAS (STUDI PADA PERUSAHAAN PUBLIK SEKTOR MANUFAKTUR)
|
|
Tanggal Jurnal
|
16 September 2005
|
|
Tujuan Penelitian
|
Untuk mengetahui apakah investor sudah merespon
dengan tepat informasi akrual yang disajikan dalam laporan keuangan emiten.
|
|
Metode Penelitian
|
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian
kausal. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan pool data untuk periode
2001 dan 2002. Untuk menganalisis pengaruh manajamen laba terhadap biaya
modal ekuitas dilakukan pengamatan untuk tiga hari perdagangan di BEJ (window
tiga hari) yaitu: satu hari sebelum pengumuman laporan keuangan (t-1), pada
hari pengumuman laporan keuangan (to), dan satu hari setelah pengumuman
laporan keuangan (t + 1).
Pertimbangan untuk menggunakan window tiga hari
adalah: (a) adanya perbedaan waktu antara laporan keuangan dilaporkan atau
diserahkan ke Bapepam dan BEJ dengan publikasi laporan keuangan di media
masa, biasanya beda satu hari, (b) dengan window yang pendek maka dapat
meminimalkan confounding affect, dan (c) menurut Scott (2003) jika tujuan
penelitian adalah untuk melihat pengaruh maka sebaiknya memakai window yang
pendek.
|
|
Variabel Penelitian
|
Variabel dalam penelitian ini adalah
1)
Manajemen laba
Manajemen
laba diproksi berdasarkan rasio akrual modal kerja dengan penjualan.
Manajemen
laba (ML) = Akrual Modal kerja (t) / Penjualan periode (t)
Akrual
modal kerja = D AL - D HL - D Kas
Keterangan:
D AL =
Perubahan aktiva lancar pada periode t
D HL =
Perubahan hutang lancar pada periode t
D Kas = Perubahan kas dan ekuivalen kas pada
periode t
2.
Biaya modal ekuitas
Biaya
modal ekuitas dihitung berdasarkan tingkat diskonto yang dipakai
investor
untuk menilaitunaikan future cash flow (Olhson: 1995, Botosan: 1997,
Botosan
dan Plumlee:2002).
![]()
3)
Variabel kontrol
Beberapa
studi sebelumnya menunjukkan bahwa risiko beta dan ukuran
perusahaan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya modal ekuitas (Botosan
1997).
Dengan demikian, variabel risiko sistematis saham (risiko beta) dan ukuran
perusahaan
digunakan sebagai variabel kontrol.
Risiko
beta diukur berdasarkan beta harian yang dihitung dengan metode Fowler
dan
Rorke (1983) dengan lead dan lag tiga hari. Data beta harian
yang telah disesuaikan
dengan
metode Fowler dan Rorke (1983) yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh
dari
pusat pengembangan akuntansi Universitas Gadjah Mada. Ukuran perusahaan
digunakan
proksi nilai kapitalisasi pasar, yaitu jumlah lembar saham yang beredar pada
bulan
pengumuman laporan keuangan (bulan Mei untuk tahun 2001 dan April untuk
tahun 2002)
dikalikan dengan harga saham penutupan pada bulan yang bersangkutan.
4)
Metode analisis
Metode
analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda,
![]() |
|
Hasil Penelitian
|
Hasil dari penelitian ini adalah :
Hasil regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien
determinan (R square) adalah 21,4%, artinya bahwa manajemen laba, beta saham
dan kapitalisasi pasar mampu menjelaskan 21,4 variasi biaya modal ekuitas,
sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F test
signifikan pada level 0%, artinya model regresi cocok untuk digunakan sebagai
model prediksi. Di samping itu nilai F yang signifikan juga berarti bahwa
secara simultan manajemen laba, beta saham dan kapitalisasi pasar berpengaruh
terhadap biaya modal ekuitas.
Berdasarkan nilai koefisien regresi dapat disimpulkan
bahwa semua variabel independen, yaitu manajamen laba, beta saham dan
kapitalisasi pasar berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas dengan tingkat
signifikan 1%. Koefisien regresi manajemen laba mempunyai nilai positip,
dengan demikian hipotesis yang menyatakan manajemen laba berpengaruh positip
terhadap biaya modal ekuitas diterima.
Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa
investor sudah mengantisipasi dengan benar informasi yang terkait dengan
manajemen laba. Semakin tinggi rasio akrual modal kerja terhadap penjualan
(proksi manajemen laba), maka semakin tinggi biaya modal ekuitas. Biaya modal
ekuitas yang tinggi selanjutnya akan berdampak pada harga saham yang rendah,
karena biaya modal ekuitas adalah tarip diskonto yang dipakai oleh investor
untuk menilaitunaikan arus kas dimasa datang.
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Kesimpulan dari penelitian ini adalah :
a) Memberikan bukti empirik bahwa manajemen laba
berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas. Artinya
bahwa semakin tinggi tingkat akrual, maka semakin tinggi biaya modal ekuitas.
Hal ini menunjukan bahwa tingkat manajemen laba di Indonesia yang relatif
tinggi seperti yang diungkap Leuz et al. (2003) telah diantisipasi dengan
cermat oleh investor di Bursa Efek Jakarta.
b) Manajemen laba yang diproksi dengan rasio
akrual modal kerja dengan penjualan (model Utami) terbukti memberikan
kontribusi yang paling besar dalam menjelaskan variasi biaya modal ekuitas.
Temuan ini sejalan dengan pendapat McNichols (2000) serta Dechow dan Skinner
(2000) yang menyatakan bahwa manajemen laba lebih baik diproksi dengan
spesifik akrual dan menggunakan model yang sederhana (tidak rumit).
|
|
Pendapat Mengenai Jurnal
|
Pendapat mengenai jurnal ini adalah penelitian ini
sangat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan seperti investor dan
manajer. Namun perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggabungkan perusahaan
yang bernilai buku ekuitas negatip dan positip, dan juga untuk sektor non
manufaktur.
|
Akuntansi Internasional (Jurnal 10)
|
10.
|
|
|
Nama Jurnal
|
Akuntansi Manajerial
|
|
Volume / Halaman
|
/ 97 halaman
|
|
Nama Penulis
|
Riswan Yudhi Fahrianta
|
|
Judul Jurnal
|
PENGARUH TIDAK LANGSUNG SISTEM PENGANGGARAN
TERHADAP KINERJA MANAJERIAL : MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi
Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia
|
|
Tanggal Jurnal
|
15 November 2001
|
|
Tujuan Penelitian
|
1. Untuk menguji secara empiris dan menganalisis
pengaruh positif karakterisik sistem penganggaran yaitu partisipasi
penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran
2. Untuk menguji secara empiris dan menganalisis
pengaruh positif motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik terhadap kinerja
manajerial.
3. Untuk menguji secara empiris dan menganalisis
pengaruh positif partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran,
dan umpan balik anggaran melalui dampak positif dari motivasi intrinsik dan
ekstrinsik akan meningkatkan kinerja manajerial
|
|
Metode Penelitian
|
Metode penelitian dengan pendekatan variabel
motivasi sebagai variabel yang memediasi (moderating atau intervening)
|
|
Variabel Penelitian
|
Variabel yang digunakan ada 6 variabel dependen
yaitu
1. Partisipasi Penyusunan Anggaran : digambarkan
sebagai tingkat partisipasi manajer dalam menyusun anggaran dan pengaruh
anggaran tersebut terhadap pusat pertanggung jawaban manajer yang
bersangkutan.
2. Kejelasan sasaran anggaran : menggambarkan
luasnya sasaran anggaran yang dinyatakan secara jelas dan spesifik, dan dimnegerti
oleh pihak yang bertanggungjawab terhadap pencapaiannya (Kenis 1979)
3. Umpan Balik Anggaran : diukur dengan tiga item
pernyataan yang diadopsi dari Kenis (1979). Setiap responden diminta untuk
menyatakan persepsinya dengan memilih satu nilai dalam skala 1 sampai 5.
Skala rendah (nilai 1) menunjukan sangat tidak setuju, sebaliknya skala
tinggi (nilai 5) menunjukan sangat setuju atas persepsi manajer atas umpan
balik anggaran.
4. Motivasi
intrinsik dan ektrinsik
5. Kinerja Manajerial
|
|
Hasil Penelitian
|
Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya umpan
balik anggaran yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja manajerial melalui dampak positif dan signifikan motivasi ekstrinsik.
|
|
Kesimpulan Penelitian
|
Adapun kesimpulan penelitian ini adalah :
1. Terdapat ketidakkonsistenan atas hasil temuan
penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh langsung partisipasi
penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, dan umpan balik anggaran
terhadap kinerja manajerial.
2. Terdapat ketidakjelasan atas hasil temuan
penelitian terdahulu dengan pendekatan kontinjensi dengan variabel motivasi,
terutama pengukuran variabel motivasi yang tidak konsisten
3. Keterbatasan temuan penelitian terdahulu untuk
digeneralisasi karena faktor budaya dan sifat-sifat kepribadian.
|
|
Pendapat Mengenai Jurnal
|
Menurut saya, jurnal yang diteliti sudah bagus
dalam penyusunan, namun masih banyak hal yang ditingkatkan untuk lebih bagus
dalam jurnal ini. Contohnya ada baiknya peneliti terjun langsung dalam
aktivitas perusahaan. Tidak hanya melibatkan data kuisoner saja.
|
Langganan:
Postingan (Atom)

