Rabu, 29 Maret 2017

Akuntansi Inernasional (Jurnal 12)


12.
Nama Jurnal
Akuntansi Keuangan dan Perpajakan
Volume / Halaman
/  23 halaman
Nama Penulis
Deddy Arief Setiawan
Judul Jurnal
PENENTUAN HARGA TRANSFER ATAS TRANSAKSI INTERNASIONAL DARI PERSPEKTIF PERPAJAKAN INDONESIA
Tanggal Jurnal
Tahun 2013
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Agar kita mengetahui bagaimana sistem perpajakan internasional.
2. Agar kita dapat mengetahui metode-metode dalam penentuan harga transfer.

Metode Penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
a. Metode Perbandingan Harga antara Pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa
(Comparable Uncontrolled Price/CUP);
b. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/RPM);
c. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
d. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM); atau
e. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM).
Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
Sejumlah variabel separti pajak, tarif kompetisi laju infalsi, nilai mata uang, pembatasan atas transfer dana, resiko politik dan kepentingan sekutu usaha patungan sangat memperumit keputusan penentuan harga transfer.
Hasil Penelitian
1. Metode Perbandingan Harga antara pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Perbandingan Harga antara pihak yang tidak
mempunyai Hubungan Istimewa (Comparable Uncontrolled Price/CUP) antara lain adalah:
a. barang atau jasa yang ditransaksikan memiliki karakteristik yang identik dalam kondisi
yang sebanding; atau
b. kondisi transaksi yang dilakukan antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan
Istimewa dengan pihak-pihak yang tidak memiliki Hubungan Istimewa Identik atau
memiliki tingkat kesebandingan yang tinggi atau dapat dilakukan penyesuaian yang
akurat untuk menghilangkan pengaruh dari perbedaan kondisi yang timbul.

2. Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method / RPM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Harga Penjualan Kembali (Resale Price Method/
RPM) antara lain adalah:
a. tingkat kesebandingan yang tinggi antara transaksi antara Wajib Pajak yang mempunyai
Hubungan Istimewa dengan transaksi antara Wajib Pajak yang tidak mempunyai
Hubungan Istimewa, khususnya tingkat kesebandingan berdasarkan hasil analisis fungsi,
meskipun barang atau jasa yang diperjualbelikan berbeda; dan
b. pihak penjual kembali (reseller) tidak memberikan nilai tambah yang signifikan atas
barang atau jasa yang diperjualbelikan.

3. Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method);
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Biaya-Plus (Cost Plus Method) antara lain adalah:
a. barang setengah jadi dijual kepada pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa;
b. terdapat kontrak/perjanjian penggunaan fasilitas bersama (joint facility agreement) atau
kontrak jual-beli jangka panjang (long term buy and supply agreement) antara pihakpihak
yang mempunyai Hubungan Istimewa; atau
c. bentuk transaksi adalah penyediaan jasa.

4. Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM); atau
Metode Pembagian Laba (Profit Split Method/PSM) secara khusus hanya dapat diterapkan dalam
kondisi sebagai berikut:
a. transaksi antara pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa sangat terkait satu
sama lain sehingga tidak dimungkinkan untuk dilakukan kajian secara terpisah; atau
b. terdapat barang tidak berwujud yang unik antara pihak-pihak yang bertransaksi yang
menyebabkan kesulitan dalam menemukan data pembanding yang tepat.

5. Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net Margin Method/TNMM) :
Kondisi yang tepat dalam menerapkan Metode Laba Bersih Transaksional (Transactional Net
Margin Method/TNMM) antara lain adalah:
a. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan Istimewa melakukan kontribusi yang khusus;
atau
b. salah satu pihak dalam transaksi Hubungan Istimewa melakukan transaksi yang kompleks
dan memiliki transaksi yang berhubungan satu sama lain.


Kesimpulan Penelitian
Dalam menerapkan metode Penentuan Harga Transfer (transfer pricing) yang paling
sesuai wajib diperhatikan hal-hal sebagai berikut: kelebihan dan kekurangan setiap metode; kesesuaian metode Penentuan Harga Transfer dengan sifat dasar transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa, yang ditentukan berdasarkan analisis fungsional; ketersediaan informasi yang handal (sehubungan dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa) untuk menerapkan metode yang dipilih dan/atau metode lain; tingkat kesebandingan antara transaksi antar pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa dengan transaksi antar pihak yang tidak mempunyai Hubungan Istimewa, termasuk kehandalan penyesuaian yang dilakukan untuk menghilangkan pengaruh yang material dari perbedaan yang
ada.

Wajib Pajak wajib mendokumentasikan langkah-langkah, kajian, dan hasil kajian dalam melakukan Analisis Kesebandingan dan penentuan pembanding, penggunaan Data Pembanding Internal dan/atau Data Pembanding Eksternal serta menyimpan buku, dasar catatan, atau dokumen sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Wajib Pajak wajib juga mendokumentasikan kajian yang dilakukan dan menyimpan buku, dasar catatan, atau dokumen sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Pendapat Mengenai Jurnal
Jurnal ini membuktikan analisis nya dengan berbagai metode yang digunakan untuk memperkuat hasil penelitian.
Dan jurnal ini memberikan informasi mengenai perpajakan yang sebagaimana mestinya kita sebagai warga negara yang baik taat membayar pajak.

Akuntansi Internasional (Jurnal 11)


11.
Nama Jurnal
Jurnal Manajemen Resiko Keuangan
Volume / Halaman
SNA VIII Solo
Nama Penulis
WIWIK UTAMI
Judul Jurnal
PENGARUH MANAJEMEN LABA TERHADAP BIAYA MODAL EKUITAS (STUDI PADA PERUSAHAAN PUBLIK SEKTOR MANUFAKTUR)
Tanggal Jurnal
16 September 2005
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui apakah investor sudah merespon dengan tepat informasi akrual yang disajikan dalam laporan keuangan emiten.
Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal. Data dikumpulkan dan dianalisis menggunakan pool data untuk periode 2001 dan 2002. Untuk menganalisis pengaruh manajamen laba terhadap biaya modal ekuitas dilakukan pengamatan untuk tiga hari perdagangan di BEJ (window tiga hari) yaitu: satu hari sebelum pengumuman laporan keuangan (t-1), pada hari pengumuman laporan keuangan (to), dan satu hari setelah pengumuman laporan keuangan (t + 1).
Pertimbangan untuk menggunakan window tiga hari adalah: (a) adanya perbedaan waktu antara laporan keuangan dilaporkan atau diserahkan ke Bapepam dan BEJ dengan publikasi laporan keuangan di media masa, biasanya beda satu hari, (b) dengan window yang pendek maka dapat meminimalkan confounding affect, dan (c) menurut Scott (2003) jika tujuan penelitian adalah untuk melihat pengaruh maka sebaiknya memakai window yang pendek.
Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini adalah
1) Manajemen laba
Manajemen laba diproksi berdasarkan rasio akrual modal kerja dengan penjualan.
Manajemen laba (ML) = Akrual Modal kerja (t) / Penjualan periode (t)
Akrual modal kerja = D AL - D HL - D Kas
Keterangan:
D AL = Perubahan aktiva lancar pada periode t
D HL = Perubahan hutang lancar pada periode t
D Kas = Perubahan kas dan ekuivalen kas pada periode t

2. Biaya modal ekuitas
Biaya modal ekuitas dihitung berdasarkan tingkat diskonto yang dipakai
investor untuk menilaitunaikan future cash flow (Olhson: 1995, Botosan: 1997, Botosan
dan Plumlee:2002).


3) Variabel kontrol
Beberapa studi sebelumnya menunjukkan bahwa risiko beta dan ukuran
perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap biaya modal ekuitas (Botosan
1997). Dengan demikian, variabel risiko sistematis saham (risiko beta) dan ukuran
perusahaan digunakan sebagai variabel kontrol.
Risiko beta diukur berdasarkan beta harian yang dihitung dengan metode Fowler
dan Rorke (1983) dengan lead dan lag tiga hari. Data beta harian yang telah disesuaikan
dengan metode Fowler dan Rorke (1983) yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh
dari pusat pengembangan akuntansi Universitas Gadjah Mada. Ukuran perusahaan
digunakan proksi nilai kapitalisasi pasar, yaitu jumlah lembar saham yang beredar pada
bulan pengumuman laporan keuangan (bulan Mei untuk tahun 2001 dan April untuk
tahun 2002) dikalikan dengan harga saham penutupan pada bulan yang bersangkutan.

4) Metode analisis
Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda,
Hasil Penelitian
Hasil dari penelitian ini adalah :
Hasil regresi menunjukkan bahwa nilai koefisien determinan (R square) adalah 21,4%, artinya bahwa manajemen laba, beta saham dan kapitalisasi pasar mampu menjelaskan 21,4 variasi biaya modal ekuitas, sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Hasil uji ANOVA menunjukkan nilai F test signifikan pada level 0%, artinya model regresi cocok untuk digunakan sebagai model prediksi. Di samping itu nilai F yang signifikan juga berarti bahwa secara simultan manajemen laba, beta saham dan kapitalisasi pasar berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas.

Berdasarkan nilai koefisien regresi dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen, yaitu manajamen laba, beta saham dan kapitalisasi pasar berpengaruh terhadap biaya modal ekuitas dengan tingkat signifikan 1%. Koefisien regresi manajemen laba mempunyai nilai positip, dengan demikian hipotesis yang menyatakan manajemen laba berpengaruh positip terhadap biaya modal ekuitas diterima.

Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa investor sudah mengantisipasi dengan benar informasi yang terkait dengan manajemen laba. Semakin tinggi rasio akrual modal kerja terhadap penjualan (proksi manajemen laba), maka semakin tinggi biaya modal ekuitas. Biaya modal ekuitas yang tinggi selanjutnya akan berdampak pada harga saham yang rendah, karena biaya modal ekuitas adalah tarip diskonto yang dipakai oleh investor untuk menilaitunaikan arus kas dimasa datang.
Kesimpulan Penelitian
Kesimpulan dari penelitian ini adalah :
a) Memberikan bukti empirik bahwa manajemen laba berpengaruh positif dan signifikan terhadap biaya modal ekuitas. Artinya bahwa semakin tinggi tingkat akrual, maka semakin tinggi biaya modal ekuitas. Hal ini menunjukan bahwa tingkat manajemen laba di Indonesia yang relatif tinggi seperti yang diungkap Leuz et al. (2003) telah diantisipasi dengan cermat oleh investor di Bursa Efek Jakarta.

b) Manajemen laba yang diproksi dengan rasio akrual modal kerja dengan penjualan (model Utami) terbukti memberikan kontribusi yang paling besar dalam menjelaskan variasi biaya modal ekuitas. Temuan ini sejalan dengan pendapat McNichols (2000) serta Dechow dan Skinner (2000) yang menyatakan bahwa manajemen laba lebih baik diproksi dengan spesifik akrual dan menggunakan model yang sederhana (tidak rumit).
Pendapat Mengenai Jurnal
Pendapat mengenai jurnal ini adalah penelitian ini sangat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan seperti investor dan manajer. Namun perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan menggabungkan perusahaan yang bernilai buku ekuitas negatip dan positip, dan juga untuk sektor non manufaktur.

Akuntansi Internasional (Jurnal 10)


10.
Nama Jurnal
Akuntansi Manajerial
Volume / Halaman
/ 97 halaman
Nama Penulis
Riswan Yudhi Fahrianta
Judul Jurnal
PENGARUH TIDAK LANGSUNG SISTEM PENGANGGARAN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL : MOTIVASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia
Tanggal Jurnal
15 November 2001
Tujuan Penelitian
1. Untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh positif karakterisik sistem penganggaran yaitu partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran

2. Untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh positif motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik terhadap kinerja manajerial.

3. Untuk menguji secara empiris dan menganalisis pengaruh positif partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, dan umpan balik anggaran melalui dampak positif dari motivasi intrinsik dan ekstrinsik akan meningkatkan kinerja manajerial

Metode Penelitian
Metode penelitian dengan pendekatan variabel motivasi sebagai variabel yang memediasi (moderating atau intervening)
Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan ada 6 variabel dependen yaitu
1. Partisipasi Penyusunan Anggaran : digambarkan sebagai tingkat partisipasi manajer dalam menyusun anggaran dan pengaruh anggaran tersebut terhadap pusat pertanggung jawaban manajer yang bersangkutan.

2. Kejelasan sasaran anggaran : menggambarkan luasnya sasaran anggaran yang dinyatakan secara jelas dan spesifik, dan dimnegerti oleh pihak yang bertanggungjawab terhadap pencapaiannya (Kenis 1979)

3. Umpan Balik Anggaran : diukur dengan tiga item pernyataan yang diadopsi dari Kenis (1979). Setiap responden diminta untuk menyatakan persepsinya dengan memilih satu nilai dalam skala 1 sampai 5. Skala rendah (nilai 1) menunjukan sangat tidak setuju, sebaliknya skala tinggi (nilai 5) menunjukan sangat setuju atas persepsi manajer atas umpan balik anggaran.

4.  Motivasi intrinsik dan ektrinsik

5. Kinerja Manajerial
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya umpan balik anggaran yang mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja manajerial melalui dampak positif dan signifikan motivasi ekstrinsik.
Kesimpulan Penelitian
Adapun kesimpulan penelitian ini adalah :
1. Terdapat ketidakkonsistenan atas hasil temuan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan pengaruh langsung partisipasi penyusunan anggaran, kejelasan sasaran anggaran, dan umpan balik anggaran terhadap kinerja manajerial.
2. Terdapat ketidakjelasan atas hasil temuan penelitian terdahulu dengan pendekatan kontinjensi dengan variabel motivasi, terutama pengukuran variabel motivasi yang tidak konsisten
3. Keterbatasan temuan penelitian terdahulu untuk digeneralisasi karena faktor budaya dan sifat-sifat kepribadian.
Pendapat Mengenai Jurnal
Menurut saya, jurnal yang diteliti sudah bagus dalam penyusunan, namun masih banyak hal yang ditingkatkan untuk lebih bagus dalam jurnal ini. Contohnya ada baiknya peneliti terjun langsung dalam aktivitas perusahaan. Tidak hanya melibatkan data kuisoner saja.